BlackBerry Messenger atau yang dikenal dengan BBM, semakin akrab digunakan oleh masyarakat Indonesia seiring dengan meningkatnya penetrasi BlackBerry di tanah air. Di satu sisi layanan instant messaging multifungsi ini memberikan sisi positif, namun tak jarang malah menimbulkan sisi negatif.

Salah satu sisi negatif dari layanan besutan Research In Motion (RIM) tersebut adalah, sering beredarnya pesan-pesan hoax (bohong) yang dikirimkan ke pengguna BlackBerry melalui handsetnya. Bahkan tak jarang pesan tersebut semakin banyak dan menjengkelkan.

“Gue bisa dapat pesan broadcast di BBM 3 sampai 4 kali. Ini sering banget , apalagi semakin banyak kontak ada di BB elo, semakin sering elo dapat,” kata Siti Sarifah Aliah, salah satu pengguna BlackBerry, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (13/6/2011).

Tak heran pesan hoax di BBM itu membuat Sari, merasa jengkel, apalagi itu menyangkut berita-berita yang sangat sensitif. “Ya iyalah menjengkalkan. Tapi lama-lama terbiasa juga, sih. Kalau postingannya ga menarik di awal paragraf atau repost, biasanya gue langsung delete,” tambah ibu satu anak ini.

Pendapat senada juga dilontarkan pengguna BB yang lain, Hariyanto Kurniawan, menurutnya fenomena ini mungkin yang dinamakan gegar budaya. Dalam arti, secara fisik orang Indonesia memang terlihat siap untuk menerima perkembangan teknologi. Akan tetapi, secara psikologi orang Indonesia tidak siap sama sekali.

“Mungkin orang Indonesia saat ini lebih cocok pakai telepon umum saja..Heheheheh,” selorohnya.

Pesan hoax di BBM pun bisa menimbulkan efek panjang dan mengganggu. Bahkan menurut Andhika, bahaya pesan BBM seperti fitnah yang dapat membunuh diam-diam.

“Pesan di BBM itu kayak pisau. Di satu sisi bisa menjadi fitnah yang sangat kejam, di sisi yang lain bisa membantu sesama. Kasihannya kalau pesan tersebut benar, dan kita sudah telanjut percaya bahwa itu hoax. Kasihan kan kalau ada yang minta bantuan?” kata mahasiswa teknologi ini.

Sumber: okezone.com