Sejak pukul 19.00, Rabu (29/6), hasil Seleksi Nasional Masuk perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tertulis sudah bisa diketahui. Kabar gembiranya, peserta tidak perlu repot-repot hadir langsung ke kampus guna memastikan kelulusan.

Cukup mengakses http://www.snmptn.ac.id informasi kelulusan pun dapat dilihat. Menurut Pembantu Rektor I Universitas Islam Negeri (UIN) Suska, Prof DR Munzir Hitami kepada Tribun, Rabu (29/6), untuk mengakses website tersebut, peserta harus mempunyai nomor pendaftaran masuk SNMPTN.

Nomor tersebut digunakan sebagai PIN untuk mempermudah pencarian.
“Kami menilai dengan internet akses pengumuman SNMPTN lebih aman, praktis dan hemat,” kata Munzir.

Meskipun kelulusan SNMPTN sudah bisa diakses sejak pukul 19.00, pantauan Tribun hingga pukul 20.30, sejumlah warung internet (Warnet) di Pekanbaru masih tampak lengang.

Arga Net di Jalan Kelapa Sawit misalnya. Menurut operator warnet, Ruli, tidak ada peningkatan signifikan user di warnet yang dikelolanya. Bahkan, warnet tempatnya bekerja malah cenderung mengalami penurunan jumlah user sejak sekolah-sekolah dan kampus mulai libur.

Pada hari biasa, sebagaian besar pengunjung merupakan kalangan pelajar yang bermain game online. “Sejak tadi sore tidak ada peningkatan jumlah user yang drastis. Biasa saja,” ujarnya.

Keadaan serupa juga terjadi di Phantom Net di Jalan Lembaga Pemasyarakatan. Operator warnet mengatakan, warnet yang dikelolanya tidak diserbu kalangan pelajar yang ingin mengetahui hasil tes SNMPTN yang telah mereka tempuh pada 31 Mei dan 1 Juni lalu.

Ia bahkan tidak mengetahui, pengumuman SNMPTN sudah bisa dilihat melalui media online sejak pukul 19.00. Begitu juga dengan G net di Jalan Kaharudin Nasution. Walaupun tampak penuh, namun sebagian besar user di tempat ini terlihat tengah asyik bermain game online.

Agaknya perkembangan zaman dan teknologi pada masa sekarang ini menjadikan semua orang bisa mengakses dunia maya tanpa perlu lagi pergi ke warnet. Ditambah lagi fasilitas smart phone yang memungkinkan penggunanya untuk mengakses layanan internet dari telepon genggamnya.

Tasya, seorang lulusan SMAN 9 Pekanbaru mengaku melihat hasil pengumuman SNMPTN melalu gadget miliknya. Kepada Tribun, Tasya mengatakan bahwa dirinya mengetahui kalau ia tidak diterima di jurusan Akuntansi dan Komunikasi UGM tanpa perlu keluar rumah.

“Saya cukup mengecek hasilnya di rumah saja,” kata calon mahasiswi di Institut Telkom Bandung ini.

Hal sama juga disampaikan beberapa calon mahasiswa lainnya. Mereka mengikuti trend para peserta SNMPTN melihat hasil ujian melalui fasilitas smart phone Blackberry dan internet di rumah masing-masing. Mereka tidak lagi berbondong-bondong ke warnet seperti tahun-tahun sebelumnya.

Seorang peserta ujian SNMPTN yang lulus ujian, Monica Safitri, lulusan SMA Negeri 7 Pekanbaru, mengaku sangat  senang bisa lulus di Universitas Riau.
“Aku bersyukur banget bisa lulus di jurusan bimbingan konseling FKIP UR. Kemarin aku juga milih jurusan manajemen, tapi nggak diterima,” kata Monica.

Untuk melihat hasil pengumuman kelulusan SNMPTN, Monica tidak perlu bersusah payah pergi ke warnet, karena di rumahnya sudah ada internet. “Aku lihat pengumumannya dari komputer di rumah,” katanya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Mercia Apridilla, lulusan SMA Negeri 2 Pekanbaru. Ia dinyatakan diterima di jurusan manajemen FEKON Universitas Riau.

“Rasanya senang banget bisa lulus di UR, tadi aku lihat pengumumannya di komputer rumah bareng keluarga. Sebenarnya sih bisa lihat pengumuman lewat Blackberry, tapi jaringannya suka lemot,” ungkapnya.

Bagi peserta ujian yang tidak lulus ujian SNMPTN terpaksa harus berbesar hati dan mencari jalur ujian alternatif lainnya atau mencoba mendaftar ke universitas swasta.

Seperti yang dialami Ariga, lulusan SMA Negeri 2 Pekanbaru. Ia merasa sedih dan kecewa, karena tidak lulus di jurusan Akuntansi dan Hubungan Internasional Universitas Riau.

“Tadi aku melihat pengumumannya via Blackberry dan disana dinyatakan kalau aku nggak lulus. Tapi untung saja orangtua nggak marah dan mereka malah mensupport aku supaya nggak patah semangat,” kata Ariga.

Kuota UIN tak penuh
Keterangan Pembantu Rektor I Universitas Islam Negeri (UIN) Suska, Prof DR Munzir Hitami dalam SNMPTN tahun ini, setidaknya 90 persen kuota mahasiswa baru di UIN Suska terpenuhi. Meskipun demikian, masih ada program studi yang tidak terpenuhi kuotanya. Terutama program studi atau jurusan yang berkaitan dengan agama.

Sebagaimana dipaparkan Munzir, kuota yang belum terpenuhi itu ada di tiga fakultas. Yaitu, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi serta Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Di masing-masing fakultas itu ada tiga program studi atau jurusan yang kurang diminati peserta SNMPTN. Misalnya, Program studi pengembangan masyarakat Islam, Penyuluhan Islam, Jurusan Ahwal al-Syahshiyyah, Jurusan Muamalah dan lainnya.

Munzir tidak menyebutkan alasan gamblang kenapa program studi atau jurusan itu kurang diminati. “Mungkin karena orang sudah mulai tak berminat belajar agama,” ungkapnya.

Padahal sosialisasi sudah dilakukan semaksimal mungkin. Baik melalui acara diskusi, pameran dan sebagainya. Meskipun kuotanya tidak terpenuhi, Munzir memastikan tidak akan mempengaruhi proses belajar mengajar. Menurut dia, kekurangan ini nantinya diupayakan ditutupi melalui penerimaan mahasiswa baru lewat jalur mandiri.

Sumber: tribunnews.com