Kabupaten Tangerang, menangkap dua pelaku pencurian yang babak belur diamuk massa setelah kepergok saat hendak membobol sebuah rumah di Puri Karawaci, RT 05/03, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin, 4 Juli 2011 malam.

Jafar Diantoro, 33 tahun, dan Ade Putra, 17 tahun, kini harus meringkuk di sel tahanan Markas Polsek Kelapa Dua. Sekujur tubuh warga Jalan Sanjaya VII, RT 04/04, Cibodas, Kota Tangerang itu lebam akibat menjadi sasaran pelampiasan amarah warga.

 

Keduanya mengaku nekat mencuri karena ingin punya telepon seluler BlackBerry. “Saya baru pertama kali melakukan ini karena saya kepingin punya handphone BlackBerry,” ujar Ade Putra saat ditemui di Polsek Kelapa Dua, Selasa, 5 Juli 2011.

Aksi keduanya keburu diketahui pemilik rumah. Jafar dan Ade sedianya berencana membobol kediaman Erik Yuli Ravian, seorang pengusaha besi bekas terkemuka di Cibodas. Keduanya menduga kalau saat itu rumah dalam keadaan tak berpenghuni karena lampu teras rumah yang tidak menyala.

Berbekal obeng, aneka kunci, dan sebuah tas, keduanya mengendap-endap masuk pekarangan rumah. Namun, saat tengah berupaya mencongkel pintu, aksi keduanya diketahui pemilik rumah yang ternyata belum tidur. Tak ayal, saat itu juga korban langsung meneriaki keduanya sebagai maling.

Warga yang mendengar teriakan itu pun langsung berdatangan ke lokasi. Kedua tersangka yang tak sempat kabur menjadi bulan-bulanan kemarahan warga. Beruntung, sebelum massa bertindak lebih brutal, polisi yang datang ke lokasi langsung mengamankan keduanya. Kepala Unit Reskrim Polsek Kelapa Dua Inspektur Dua David Yunior mengatakan bahwa atas perbuatannya Jafar dan Ade akan dijerat Pasal 53 KUHP juncto Pasal 363 KUHP tentang Percobaan Pencurian.

“Meski mengaku baru pertama kali melakukan aksi tersebut, kami akan tetap menjerat kedua tersangka dengan Pasal 363 KUHP. Hal itu menyusul adanya barang bukti yang memperkuat rencana jahat keduanya,” ujar David.

Sumber: tempointeraktif.com