Sudah lama, Edi Hidayat, 20, cleaning service di Apartemen City Home, Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengincar blackberry milik bosnya. Ketika ada kesempatan, dia bunuh majikannya yang seorang ekspatriat asal Singapura dan merampas blackberry serta handphonenya. Dia pun ditangkap polisi tidak lama kemudian.

Pelaku Edi Hidayat yang asal Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya ditangkap petugas reserse Polres Jakarta Utara, kemarin malam (12/10). Saat itu, pelaku sedang makan malam di salah satu restoran di kawasan Mall of Indonesia di Kelapa Gading.

Korban warga negara Singapura asal India, Cheelapan Karunannindhi, 43, sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah, Sabtu (1/10), di kamar 1621 Apartemen City Home, blok Miami bay Kelapa Gading. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, pembunuhan terjadi pada Jumat malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka yang kos di Jalan Plumpang, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, kini meringkuk di sel tahanan. Dia dijerat pasal 338 dan 339 serta 365 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

”Tersangka adalah petugas cleaning service di Apartemen tempat korban dibunuh. Kasus ini merupakan yang kedua yang melibatkan pekerja di apartemen,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakut AKBP Irwan Anwar. Sebelumnya, kata Irwan, seorang pengusaha wanita juga dibunuh oleh mantan pekerja di apartemen tersebut.

Korban, kata dia, merupakan kepala proyek di PT Jurong yang sedang mengerjakan proyek pembangkit listrik di Muara Tawar, Bekasi. ”Sesaat sebelum kejadian, korban yang baru pulang dari Bekasi, menelepon tersangka untuk datang membersihkan kamar apartemennya. Tersangka ini bisa bahasa Inggris, jadi mengerti apa yang diucapkan korban,” ujar perwira berpangkat dua melati tersebut.

Korban dan tersangka, lanjut Irwan, sudah saling kenal. Pasalnya, sekitar dua tahun lalu korban pernah tinggal di apartemen tersebut, namun di blok berbeda.  Saat itu, korban pernah meminta tolong tersangka untuk membersihkan apartemennya. Adapun tersangka bekerja sebagai cleaning service di lantai 8 hingga lantai 10.

”Karena hendak mengusai harta korban, tersangka yang diminta membersihkan apartemen jadi gelap mata. Korban dibunuh dengan cara ditusuk leher kanan dengan pisau,” terangnya. Adapun harta benda korban yang digasak selain blackberry adalah modem, Iphone, dan dua kartu kredit.

Usai membunuh, tersangka masih sempat masuk bekerja. Diduga hal itu dilakukan untuk menghilangkan kecurigaan. Setelah itu tersangka kabur ke Mataram, hingga kemudian kembali lagi ke Jakarta. Petugas kemudian meringkusnya.

“Untuk mengungkap kasus ini kita bekerja keras selama 12 hari. Sejumlah pihak, mulai dari sopir korban, pekerja di apartemen, hingga dugaan apakah ada persaingan bisnis. Itu kita lakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Hingga kemudian, tersangka mengarah kepada cleaning service ini,” terang Irwan.

Sumber