Warga Mergangsan, Yogyakarta, geger ketika didatangi Tim Gegana Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/10/2011) sekitar pukul 19.30. Tim Gegana datang setelah warga Keparakan Kidul, Mergangsan, membawa paket kotak tanpa identitas yang diduga berisi bom.

Peristiwa itu berawal dari laporan Aramaniko dan istrinya, Andamari Ramhawati, warga Keparakan Kidul, yang menerima paket kotak terbungkus kertas koran di rumahnya pagi tadi kira-kira pukul 10.15. Merasa curiga, suami-istri itu kemudian mendatangi Markas Kepolisian Sektor Mergangsan seraya membawa paket tersebut kira-kira pukul 18.00.

Kepada polisi, keduanya mengaku menerima paket yang diantar seseorang tak dikenal. Paket itu ditujukan kepada Farid (Sela). Karena alamat tujuan sama persis dan kebetulan ada anggota keluarga dengan nama panggilan sama seperti nama yang dituju, paket diterima begitu saja. Tidak ada nama pengirim di kotak tersebut.

Kepala Polsek Mergangsan Komisaris Ani Narmawati mengatakan, setelah menerima paket itu, Aramaniko merasa khawatir karena ia dan istrinya merasa tak memesan barang tersebut. Lagi pula, pengantar barang yang tak dikenalnya langsung pergi tanpa menyebutkan pengirim barang.

Untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, Polsek Mergangsan langsung menghubungi Tim Gegana Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Tim Gegana Polda DIY) guna mengecek isi paket tersebut. Sekitar pukul 19.00, Tim Gegana Brimob Polda DIY yang dipimpin Iptu Suripto mengecek kotak tersebut. Setelah scanning, tampak rangkaian elektronik dalam paket.

Namun, setelah dibuka, diketahui bahwa paket berisi satu ponsel Blackberry Curve warna hitam. “Kami dihubungi habis maghrib oleh Polsek. Setelah dicek, isinya negatif bahan peledak atau semacamnya,” kata Iptu Suripto.

Sumber