Penjualan PlayBook secara global babak belur di hantam oleh iPad dan tablet Android. Kerugian sebesar Rp. 4,3 Triliun yang dialami Research In Motion sebagai produsen PlayBook dinilai memberikan andil dalam anjlok nya saham RIM saat ini.

Lalu apakah produk tablet PlayBook memang jelek sehingga tidak laku di pasar? Kenapa pasar enggan menggunakan PlayBook? Padahal spesifikasi PlayBook cukup canggih, layar hires LCD 7″, prosesor Dual Core 1Ghz, RAM 1 GB, pilihan internal storage 16/32/64 GB, OS QNX dengan kemampuan multi tasking yang handal.

Penyebab nya antara lain karena PlayBook tidak memiliki internal modem, tidak ada aplikasi native BBM, native email, dan aplikasi pendukung di AppWorld masih sangat sedikit. PlayBook sebagai perangkat tablet tidak bisa stand alone dengan hanya mengandalkan koneksi wifi.

Bagi pengguna BlackBerry yang menginginkan bisa membuka dan menjalankan email, bbm, contacts serta beberapa aplikasi yang ada pada BlackBerry, harus di lakukan bridging antara PlayBook dan handheld BlackBerry melalui koneksi Bluetooth.

Tidak praktis dan cukup merepotkan, apalagi untuk pengguna awam. Setting awal pada saat pertama kali PlayBook dinyalakan juga tidak mudah, memerlukan koneksi WiFi yang cepat dan stabil. Ini beberapa penyebab kenapa PlayBook kurang di serap oleh pasar.

Kejutan terjadi pada awal Desember 2011, ketika DingleBerry.it mengumumkan telah berhasil menembus akses root dengan cara JailBreak. Situs crackberry.com berryreview.com melansir berita PlayBook yang sudah di JailBreak dapat di install Android Market.

Ini benar-benar kejutan yang luar biasa, dengan demikian hambatan aplikasi pada PlayBook dapat diatasi. Bayangkan, ada ratusan ribu aplikasi pada Android Market yang dapat di download dan di install pada PlayBook!

Terjadi kehebohan di komunitas BlackBerry, karena moment ini bertepatan dengan acara BlackBerry Developer Conference Asia 2011 di Singapore. Developer dari Indonesia yang hadir sebanyak 230 orang, dan merupakan kontingen dengan jumlah peserta paling banyak.

Peserta yang hadir pada acara DevCon Asia 2011 dibekali oleh RIM masing-masing 1 unit PlayBook 16GB. Mereka ini adalah “biang racun” yang membawa kehebohan PlayBook ke Indonesia khusus nya di komunitas BlackBerry.

Tidak lama setelah acara DevCon Asia berakhir, outlet yang menjual PlayBook di Indonesia memberikan diskon sangat besar hingga lebih dari 50%. Harga PlayBook pada saat awal di jual Rp.5 juta menjadi Rp.2,3 juta hingga Rp.2,5 juta.

Harga ini sangat menarik, mengingat kemampuan PlayBook yang cukup canggih dibandingkan dengan Tablet China yang berada pada kisaran harga yang sama.

Saat ini RIM sedang mengembangkan OS 2.0 PlayBook dengan fitur unggulan built in Android Player, native email dan aplikasi enterprise. Jika tidak ada halangan akan release pada Februari 2012.

Jadi… masih ragu pakai PlayBook?

Fanny Pramana
@kangfun
Peminat Gadgets
Moderator milis Komunitas BlackBerry Indosat isat-bb@yahoogroups.com

Join Us!
Kirim email kosong ke kombb-subscribe@yahoogroups.com