KOMPAS.com – Ungkapan “Think Before You Tweet” tampaknya memang harus diterapkan oleh pengguna Twitter. Tweet yang berisi gurauan sekalipun, jika ditanggapi serius oleh pengguna Twitter lainnya, akan berakibat fatal. Terutama jika menyangkut berita kematian seseorang.

Seorang pengguna Twitter bernama Michael Robert Meras, dengan akun Twitter @PwedeMerasMuna menuliskan “berita palsu” soal kematian Rowan Sebastian Atkinson (yang biasa dikenal sebagai Mister Bean) pada Minggu (26/2/2012) kemarin.

Hanya selang beberapa jam setelah tweet tersebut diposting, pengguna Twitter yang lain pun melakukan re-tweet dan membuat hastag #RIP Rowan Atkinson yang kemudian menjadi “trending topic” dunia.

Parahnya lagi, halaman Wikipedia Rowan Atkinson juga langsung di-update dengan tanggal kematiannya, yakni 26 Februari 2012.

article-2106780-11EC8A2D000005DC-217_634x234

Melihat kesesatan informasi di seluruh dunia yang diakibatkan oleh ulahnya, Meras kemudian memprosting permohonan maaf di akun Twitter-nya. Ia juga menjelaskan bahwa berita kematian Mister Bean yang dipostingnya hanyalah gurauan.

article-0-11EC85F9000005DC-147_634x462 

Di Indonesia, BJ Habibie menjadi korban berita palsu
Hoax (berita palsu) tentang berita kematian Mister Bean ternyata tidak menggema ke Indonesia. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki berita hoax-nya sendiri. Tokoh teknologi Indonesia dan mantan Presiden RI, BJ Habibie pun sempat dikabarkan meninggal dan kabar tersebut menyebar luas di Twitter.

Tidak jelas siapa yang memulai berita palsu ini, tetapi yang jelas topik sempat menjadi pembicaraan pengguna Twitter di Indonesia pada hari Minggu (26/2/2012) malam. Setelah itu, ungkapan bela sungkawa pun mengalir di linimasa Twitter.

Melihat semakin simpang siurnya berita kematian BJ Habibie, akun twitter The Habibie Center akhirnya menyampaikan klarifikasi:

Habibie RIP 

Cepatnya arus informasi di Twitter
Sebuah percobaan yang dilakukan oleh komedian Michael Legge menunjukkan betapa cepatnya arus informasi di Twitter. Ia memposting berita kematian Gregg Jevin, tokoh fiktif yang diciptakannya sendiri untuk keperluan parodi.

Sad to say that Gregg Jevin, a man I just made up, has died. #RIPGreggJevin

Kata-kata ini kemudian ditanggapi oleh follower-nya, seperti seolah-olah sedang menanggapi kematian seseorang yang penting :

Tickets for the Gregg Jevin memorial concert here are likely to go on sale in the coming weeks #RIPGreggJevin (dikirim oleh Royal Albert Hall)
We thought the most respectful thing we could do was create a tribute T-shirt. #RIPGreggJevin http://t.co/qUGBFnMQ (dikirim oleh balconyshirts)

Tweet yang pertama menawarkan tiket untuk menghadiri konser memorial (ini seperti tiket untuk menghadiri konser memorial penyanyi pop Michael Jackson). Dan tweet yang kedua, menawarkan T-Shirt untuk “Tribute” bagi tokoh fiktif Gregg Jevin tersebut.

Meski hanya bersifat gurauan, namun percobaan dan parodi yang dilakukan oleh Michael Legge ini begitu cepat menyebar dan ditanggapi oleh para follower-nya di Twitter.

Jadi, setujukah Anda dengan ungkapan “Think Before You Tweet”?

Sumber: Kompas.com