Indonesia masih dipandang sebagai pasar yang sangat penting bagi BlackBerry. Perusahaan asal Kanada yang dulunya bernama Research in Motion ini pun giat membangun pusat servis resmi handset BlackBerry di Tanah Air.

Pusat servis resmi BlackBerry yang disebut BlackBerry Expert Center (BEC) saat ini sudah berdiri di 16 lokasi di seluruh Indonesia. Sampai Maret mendatang, ditargetkan jumlah BEC menjadi sekitar 30 unit.

“BlackBerry Expert Center seperti ini didirikan pertama kali di Indonesia karena kami menganggap Indonesia pasar yang penting. Juga ada di negara lain seperti Singapura dan Filipina,” kata Grace Tang, Director of Customer Operation BlackBerry APAC.

BEC diklaim memiliki peralatan yang lengkap dan cepat dalam menangani keluhan konsumen BlackBerry. Salah satunya berdiri di kompleks Duta Merlin di Jakarta Pusat.

“Sebisa mungkin keluhan bisa teratasi di lantai satu. Namun jika tidak, penanganan akan diserahkan ke teknisi ahli di lantai dua,” kata Kit Kim, Operational Director Sitcomindo yang mengelola BEC.

Kit menyatakan penanganan kerusakan BlackBerry dilakukan dengan sangat serius di BEC. Peralatan diklaim sangat lengkap dan didesain khusus. Terdapat panduan khusus perbaikan via komputer sesuai jenis handset yang sedang diperbaiki.

“Jika kerusakan ponsel tidak dapat tertangani di sini, maka barang akan langsung dikirimkan ke pabriknya,” kata dia sembari menambahkan BEC hanya menerima perbaikan BlackBerry yang bergaransi dari distributor resmi.

Menurutnya, masalah yang sering ditangani di BEC adalah soal update software yang mencapai 40%. Kim menambahkan, yang paling banyak ditangani adalah jenis Gemini mengingat populasi handset ini yang sangat banyak. Namun jenis BlackBerry Porsche yang termahal pun kadang datang.

Menjelang peluncuran ponsel BlackBerry 10 di Indonesia, pelatihan pun mulai dilakukan untuk memahami teknis ponsel dengan OS terbaru itu. Handset BlackBerry 10 akan rilis di Tanah Air pada kuartal pertama tahun 2013 ini.

(Detikinet)