BlackBerry Z10

Kali ini BlackBerry benar-benar tampil beda. Ponsel yang dulu kesannya sangat miskin fitur kamera mulai terhapus dengan datangnya BlackBerry Z10, salah satunya fitur time shift yang memiliki fungsi bak ‘mesin waktu’.

Cara kerjanya adalah, ketika mengambil gambar dengan mode time shift, selanjutnya hasil jepretan akan mendeteksi wajah pengguna. 

Jika hasilnya atau ekspresi wajah tersebut tidak sesuai harapan — seperti sedang merem, atau sedang posisi kurang bagus lainnya — maka fitur time shift akan memberikan rekomendasi ekspresi lain yang telah direkamnya sepersekian mili detik sesaat sebelum dan sesudah obyek tersebut direkam.

Tinggal putar fitur time shift-nya, maka Anda akan melihat beberapa ekspresi lainnya dari wajah yang telah dipotret. Dan fitur ini bisa diterapkan di lebih dari satu wajah dalam satu frame. Cobalah, dijamin menarik!

Selain time shift, fitur kamera BlackBerry 10 juga menyajikan sejumlah filter dengan mode lomo, antique, sepia, whiteboard, negative, watercolor, sketch, hingga black & white.

Termasuk fitur standar lainnya seperti pengaturan contrast, sharpness, saturation, noise reduction serta berbagai gaya pengeditan lainnya. Cukup banyak bukan fitur yang diboyong ponsel yang akan dijual di Indonesia pada awal Maret 2013 ini.

iPhone 5

Lain halnya dengan Apple iPhone 5. Soal fitur bawaan kamera, smartphone berlogo ‘apel groak’ ini tergolong sederhana.

Selain perubahan dari sisi hardware, kamera di iPhone 5 juga dioptimalkan dengan iOS terbaru, baik itu versi 6 atau 6.1.

Optimasi yang dimaksud memang tidak terlalu banyak, kecuali fitur Panorama untuk mengambil foto secara ‘luas’. Kemudian ada juga fitur lawas seperti HDR dan Grid yang kini dimaksimalkan dengan sensor baru agar mengambil gambar bisa lebih cepat.

Di iPhone 5, pengguna dapat melihat dua kotak, biru dan hijau. Fungsi kotak berwarna hijau untuk mencari wajah objek yang dituju, sedangkan kotak warna biru diperuntukkan agar pengguna bisa memilihi sudut yang ingin difokuskan.

LG Nexus 4

LG Nexus 4 dilengkapi dengan kamera 8 MP dengan resolusi maksimal mencapai 3264 x 2448 pixel untuk foto, dan 1080p untuk mengambil merekam video. 

Spesifikasinya mirip dengan lensa yang diusung BlackBerry Z10 atau iPhone 5, namun soal kelengkapan fitur aplikasi penangkap gambar mungkin Nexus 4 ini paling lengkap dibanding kedua ponsel lainnya.

Selain fitur standar seperti pengaturan White Balance, tingkat ISO dan berbagai modus pengambilan gambar, Android 4.2 juga membuat Nexus 4 bisa mengambil gambar hingga pandangan 360 derajat. Lebih canggih dari modus panorama.

Ya, dalam modus panorama pengguna bisa mengambil beberapa gambar searah kemudian digabungkan menjadi gambar utuh dengan sudut pandang yang lebih lebar. Photor Sphere, bisa melakukan lebih dari itu.

Cara menggunakannya pun sangat mudah. Fungsi ini terletak di sebelah opsi panorama, di sudut kanan layar saat aplikasi foto terbuka. 

Saat diaktifkan, pengguna akan diminta untuk menentukan titik pertama pengambilan gambar melalui sebuah lingkaran. Untuk selanjutnya tinggal terserah pengguna, ingin mengambil gambar ke atas, ke bawah, atau ke samping.

Setiap gambar yang terekam akan disatukan secara otomatis. Hasilnya pun cukup baik, setiap tepian gambar berhasil disatukan dengan pas. Walau di beberapa skenario terkadang foto kurang mulus saat disatukan.

(DetikInet)