Mungkin tidak banyak pihak yang mengetahui jika Blackberry menyeleksiaplikasi dan gameyang ada di App World di Bali. Ya, tatkala lakukan sortir laik atau tidaknya aplikasi masuk ke Toko Aplikasi Blackberry, perusahaan yang dulu bernama RIM itu melakukannya di Pulau Dewata.

Blackberry miliki tim khusus untuk menyeleksi aplikasi dari pihak ketiga. Dan salah satu tim penyeleksi berkantor di Global Application Content Reviw di Denpasar, Bali. Tim penyeleksi lainnya juga miliki kantor di Kanada.

Tim di Bali terdiri dari 25 orang yang miliki tugas khusus untuk menyeleksi aplikasi pihak ketiga yang telah didaftarkan. Dalam seharinya, ada puluhan ribu aplikasi yang masuk. Meski jumlahnya terus berubah dan alami fluktuatif, rata-rata mencapai 50 ribu.

“Jumlah tersebut bisa berubah-ubah, namun dapat mencapai sekitar 50 ribu,” terang Winnie Ho, Director of Business Strategy BlackBerry, seperti dikutip dariTempo, Jumat (31/01/14).

Setelah menerima aplikasi yang ada, tim selanjutnya akan melakukan uji coba. Tim mengamati seperti apa aplikasi yang ditawarkan pengembang yang harus penuhi tiga syarat: bebas virus, malware, serta tautannya dapat dibuka.

“Syarat lain yang juga menentukan yaitu tidak mengandung pornografi,” imbuh Winnie.

Jika sudah lolos dari tahap ini maka tim akan mencocokkan aplikasi yang ada dengan kesesuaian sistem operasi yang dijalankan. Apakah aplikasi tersebut berjalan di Blackberry 10 atau OS yang lebih rendah.

Jika tak ada kendala, aplikasi bisa langsung disetujui dan tayang di App World dalam tempo satu hari. Namun apabila tim menolak, maka mereka akan menjelaskan ke developer apa alasannya.

“Kami tidak mungkin menolak aplikasi tanpa alasan yang jelas,” tutup Winnie.

Sumber: Sidomi