Pasar sistem operasi ponsel pintar dunia memang menjadi persaingan seru antara Android besutan Google dan iOS milik Apple.

Sejauh ini, secara pangsa, Android menguasai pasar sistem operasi, yang meraup lebih dari 80 persen pangsa pasar. Sementara iOS hanya meraup pangsa 12 persen saja.

Meski meraup 80 persen, namun itu terdistribusi tidak tunggal. Android dipakai oleh puluhan vendor. Sementara hal berbeda pada iOS, yang hanya dipakai tunggal, ada pada ponsel iPhone, melansir Business Insider, Sabtu 24 Januari 2015. Dilihat dari sisi sebaran ini, Apple lebih menarik bagi pengguna.

Posisi persaingan tersebut mengundang komentar dari mantan karyawan senior pertama Android, Tom Moss, yang kini menjadi CEO dan co-founder Nextbit, perusahaan yang membantu sinkronisasi antarperangkat Android.

“Saya pikir saat ini Android tidak memecahkan tiap problem berbeda bagi pengguna seperti yang dilakukan Apple,” jelas Moss ditemui di San Francisco.

Moss melanjutkan Apple saat ini diakui atau tidak telah tumbuh sebagai brand yang lebih baik. Untuk itu, jika Android ingin lebih mendominasi, menurutnya platfrom itu harus melakukan hal yang berbeda.

“Jika Anda memberikan karyawan pilihan untuk memilih iPhone atau Android, problem pertama adalah sebagian besar dari mereka akan memilih iPhone,” ujar dia.

Ia menyoroti langkah telat Android untuk masuk ke segmen enterprise, yang sudah didominasi Apple dan Microsoft.

Diketahui, sistem operasi Android itu tengah siap merilis layanan untuk enterprise yaitu Android for Work, software khusus untuk lingkungan perusahaan. Menurut Moss, itu belum menjadi cara jitu Android mengejar ketinggalannya.

“Tapi, setidaknya itu bukti bahwa Google benar-benar peduli kepada para departemen IT dan kepala informasi perusahaan,” ujar dia.

(Vivanews)