Rumor yang merebak mengenai penggabungan dua raksasa industri smartphone dunia seperti Samsung dan BlackBerry tentu akan menjadi hal yang sangat menggemparkan. Beberapa waktu lalu, telah dikabarkan bahwa Samsung menawarkan harga yang sangat fantastis untuk dapat mengakuisisi vendor ponsel asal Kanada BlackBerry.

Meskipun rumor tersebut telah dibantah oleh kedua pihak yang bersangkutan, namun kini muncul kembali terpaan isu terkait usaha Samsung untuk memiliki BlackBerry secara utuh dan mutlak. Kali ini, sumber rumor tersebut berasal dari sebuah dokumen rencana keuangan resmi milik Samsung.

Dikutip dari PhoneArena, Jumat (23/01/2015), diketahui bahwa sebuah dokumen rencana keuangan resmi pihak Samsung yang dikelola oleh pihak bank investasi Evercore telah tersebar di jagat dunia maya. Dalam salinan dokumen tersebut terkuak fakta dimana Samsung ternyata terus melakukan upaya penetrasi kepada BlackBerry melalui para pemegang saham tertingginya.

Digandengnya salah satu pemegang saham terbesar BlackBerry sekaligus CEO dari Fairfax Financial, Prem Wasta oleh pihak Samsung dalam kesepakatan bisnis yang dilakukan pada tahun 2013 lalu menjadi bukti nyata atas langkah dan upaya yang dilakukan oleh vendor asal Korea Selatan tersebut untuk memiliki BlackBerry secara mutlak. Bahkan hingga saat ini, Samsung diduga tengah melakukan pendekatan secara intensif kepada CEO BlackBerry Jhon Chen untuk dapat mengakuisisi perusahaan komunikasi asal Kanada tersebut.

Sejauh ini, Samsung mengungkapkan alasan dibalik keinginan kuatnya untuk mengakuisisi BlackBerry adalah karena ingin mendapatkan kombinasi keamanan terbaik untuk perangkat pintarnya di masa depan. Karena seperti yang diketahui, bahwa aplikasi Knox yang dimiliki oleh Samsung serta data transkrip milik BlackBerry masih menjadi fitur keamanan terbaik hingga saat ini.

(jeruknipis)