Hadirnya smartphone bak buah simalakama. Di satu sisi perangkat ini memudahkan orang untuk berkomunikasi, namun di sisi lain, perangkat ini nyatanya dapat menimbulkan kecanduan dan bersifat mengganggu. Inilah yang kemudian dialami oleh para pelajar ketika mereka berada di kelas.

Masih ingatkah Anda pada masa dimana ketika orang-orang menggunakan feature phone? Ya, tak banyak yang bisa dilakukan kala itu kecuali SMS, telepon, atau mungkin bermain satu hingga dua game.

Tapi dengan smartphone, pengguna dapat melakukan banyak hal yang tak bisa dilakukan feature phone, semisal menonton video, browsing lebih nyaman, bermain game, bermedia sosial, dan masih banyak lagi.

Tak heran, dengan hadirnya smartphone aktivitas belajar mengajar siswa jadi terganggu karena para pelajar itu lebih sering memperhatikan ponselnya ketimbang penjelasan guru di depan. Maka dari itu, kini beberapa universitas di Amerika Serikat coba mengakomodir fenomena tersebut dengan menggunakan aplikasi bernama Pocket Points.

Dikutip detikINET dari Ubergizmo, Rabu (4/2/2015), Pocket Points sendiri pada dasarnya merupakan aplikasi penghitung poin. Dalam penggunaannya, Pocket Points akan mengakumulasi poin dari para pelajar yang dihitung dari seberapa sering mereka membuka ponsel mereka. Semakin jarang mereka membuka ponsel, maka semakin bertambah pula poin mereka. Begitu pula sebaliknya.

Cara ini dibilang cukup efektif ketimbang harus setiap saat menegur pelajar yang kedapatan bermain game ketika pelajaran berlangsung. Karena semakin banyak poin yang mereka peroleh, maka mereka akan mendapat beberapa keuntungan, seperti makan gratis dan diskon barang di toko setempat.

Terlepas dari iming-iming seperti itu, diharapkan pelajar dapat memberikan perhatian yang lebih kepada pelajaran ketimbang melihat ponsel mereka. Saat ini sistem tersebut baru diterapkan di California State University, Chico, AS dan aplikasinya sendiri belum tersedia di toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store.

(detik)